Ada yang
sesuatu yang ajaib pada Alquran.
Alquran ternyata mengenal kodetifikasi yang bertingkat dengan kunci matematis bilangan prima.
Satu ayat atau bahkan satu huruf saja dihilangkan atau disisipkan akan membuat ketidakseimbangan dalam struktur matematisnya. Mengapa? karena hanya Alquran sebagai satu satunya kitab yang disusun Allah SWT dengan menerapkan teknik enkripsi tingkat Maha Tinggi untuk menjaga agar Alquran tetap pada keasliannya. Ini adalah bukti bahwa Allah SWT yang menurunkan Alquran, maka Allah SWT pula yang menjaganya. Belum pernah Allah SWT menerapkan enkripsi pada kitab kitab-NYA sebelum Alquran muncul.
Mau lihat sebagian kecil buktinya ? Bukti bahwa Alquran itu adalah database komputer alam semesta.
Jika Alquran menerangkan kebenaran dengan begitu canggih, mengapa dia hanya menggunakan matematika sederhana berupa bilangan prima sebagai kuncinya ?
Allah SWT Maha Mengetahui bahwa Dia menciptakan semua makhluk dan menjadikannya berbangsa bangsa untuk saling mengenal. Dapat dipastikan tiap bangsa memiliki bahasa komunikasi yang berbeda. Matematika adalah satu satunya bahasa yang universal dan dipahami sama oleh setiap orang.
Penelitian ilmuwan Barat, Frank Drake telah membuktikan sejak tahun 1961 dengan kriptogram yang dibentuk dengan bilangan prima 31 dan 41 untuk komunikasi interstellar dan de-kodetifikasi sinyal sinyal yang datang dari ETI angkasa luar. Bukan suatu kebetulan apabila AlQuran tersusun terstruktur dengan bilangan prima sistematis : bilangan 19, 11, 29, 31 dan 41. Bahkan Alquran melakukannya terlebih dahulu beberapa abad yang lalu.
Shalat dikodekan dengan bilangan prima 5 dan 17. Bahkan "perjalanan malam Nabi" ditempatkan dalam surat no 17, Al Isra. Bilangan 7 dikodekan untuk "lapisan langit (hyperspce) dan bumi". "Tempat tertinggi" atau Al A'araf ditempatkan pada surat no 7. Bagian yang paling menarik adalah bilangan prima kembar, yang mengapit "pola kelipatan 6" hexagonal system - yang ditujukkan oleh laba laba, surat "penengah" pada surat no 29 ayat 41, al-Ankabut. Bagi yang belum tahu apa kelebihan bentuk hexagonal dan pengaruhnya terhadap luasnya ruang alam semesta, baca di situs harun yahya tentang penciptaan lebah madu. Disana Kita bisa memahami bahwa tidak ada satupun ciptaan Allah SWT yang sia sia.
Semuanya mengarah pada bilangan 19- sebagaimana AlQuran mengindikasikannya pada al muddatsir ayat 30. Konfirmasi keaslian Alquran ditunjukkan dengan bantuan hukum Benford, dimana digit ayat ayatnya yang dipetakan dalam 114 surat, dienkripsi dengan angka 19. Enkripsi juga ditunjukkan dengan pembagian surat yang simetris, antara surat homogen dan heterogen semuanya merujuk kepada jumlah nomor surat (6555) dan jumlah ayat alQuran (6236).
Pembagian ke 114 surat Alquran juga unik. Terbagi atas 29 surat yang ditandai dengan ayat ayat berhuruf fawatih. dan 85 surat sisanya. Dalam 114 surat AlQuran hanya - tidak boleh lebih dan kurang - ditemukan 19 surat yang membentuk bilangan prima, nomor surat ayatnya. Sedangkan di antara 29 surat fawatih di--enkripsi dengan 19 surat-- huruf fawatih sebagai ayat tersendiri. Bahkan judul suratpun di-enkripsi dengan bilangan 19, yang dikodekan pada huruf Qaf.
Pada abad ini bilangan prima dimanfaatkan ahli komputer untuk membuat sistem kodetifikasi atau pengkodean terhadap berbagai informasi yang sangat penting dengan kerahasiaan tinggi.
Maka tidaklah mungkin Alquran dibuat oleh Muhammad SAW, beliau tidak pernah mengenal komputer.
Apa mungkin Al-Quran dibuat oleh setan sehingga non muslim secara tidak bertanggung jawab menyebutnya sebagai ayat setan? Rasanya tidak mungkin setan mau menghabiskan waktu dan turut serta ngutak ngatik kodetifikasi angka ayat ayat Alquran, apalagi kalau hal tersebut malah semakin mempertebal keimanan kita pada Allah SWT. Tugas setan kan menyesatkan manusia dan mencari pengikut bukan malah memberi petunjuk jalan yang lurus.
Bilangan prima juga diyakini memiliki keterkaitan erat dengan desain kosmos (ruang alam semesta). Tidakkah kita berpikir dengan mengkaji Alquran secara mendalam apalagi yang akan ditemukan oleh para pembaca di abad 25? atau masyarakat abad yang akan datang? Alquran tidak akan pernah habis dicerna oleh pengetahuan manusia dan jin di seluruh zaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar